Sabtu, 29 Maret 2014

Sepinggan Airport Balikpapan

tampilan pertama setelah selesai renovasi dan diresmikannya Bandara Sepinggan Balikpapan.


---
Photos sent from Android Jadul.
---
Selengkapnya...

Jadul Style


Selengkapnya...

Minggu, 23 Maret 2014

Jumat, 14 Maret 2014

Waspadai Penipuan Bermodus Phishing

gambar dari http://www.bankmandiri.co.id/images/2012/phising4.jpg

Apa itu Phishing?

Phishing adalah tindakan memperoleh informasi pribadi seperti User ID, PIN, nomor rekening bank, nomor kartu kredit Anda secara tidak sah dengan tujuan penipuan atau kejahatan.


Bagaimana Phishing dilakukan?

Teknik Phishing yang sering digunakan adalah:
  • Menggunakan format dan alamat e-mail palsu untuk meminta data rekening dengan alasan perbaikan/upgrade sistem.
  • Menggunakan website palsu yang mirip dengan website Bank yang resmi.
  • Mengirimkan form isian melalui e-mail yang meminta user ID, password atau PIN.
Teknik ini dilakukan untuk mendapatkan User user ID, password atau PIN secara tidak sah.


Mencegah Phishing

  • Selalu periksa alamat website yang Anda kunjungi di address bar browser Anda.
  • Jangan pernah memberikan User ID atau PIN Anda pada orang lain bahkan pegawai Bank sekalipun.
  • Jangan terpancing untuk mengikuti anjuran melakukan transfer ke rekening tertentu, dengan tujuan mendapatkan hadiah undian.
  • Jika Anda mendapatkan e-mail yang berisi pemberitahuan bahwa Bank sedang meng-upgrade system dan meminta Anda melakukan konfirmasi dengan data-data pribadi, jangan reply atau meng-klik link yang ada pada e-mail tersebut.
Selengkapnya...

Sabtu, 01 Maret 2014

Rekrutmen CPNS

“Mengapa kamu bersikeras ingin jadi pegawai negeri, nak?”

“Di negeri ini jadi pengusaha susah, Pak, banyak birokrasi, mendingan saya jadi birokratnya aja...Hidup lebih enak demikian”

“Kalau kamu memang ingin kerja mengapa tidak di perusahaan swasta?”

“Bagaimana saya bisa tenang kerja di perusahaan swasta, sementara pemerintahnya saja sering mempersulit pengusaha swasta kecuali orang-orang yang dekat dengan pemerintahan?”

Anaknya terus memberikan jawaban-jawaban skeptis.

“Baiklah anaku, kalau memang itu keputusan kamu sekarang ikutlah denganku…”

Lalu si bapak membawa anaknya jalan-jalan memasuki perkampungan. Di perkampungan bapaknya menunjuk beberapa rumah paling sederhana, memang seluruh kampung tersebut rumahnya mayoritas sederhana.

Kalau kamu bersikeras ingin jadi pegawai negeri, datanglah kamu ke lima rumah itu nak, dan mintalah sepuluh ribu rupiah tiap rumahnya lalu kamu bilang bulan depan kamu akan kembali lagi dan akan minta uang dengan jumlah yang sama.

Anaknya kebingungan dengan perkataan bapaknya. Bagaimana tidak, dia disuruh mengemis pada penduduk yang hanya untuk makanpun mereka kesulitan. Anaknya tidak mau menuruti perintah bapaknya, dia tetap diam.

Anaknya tetap diam dan matanya mulai berkaca.

“Bapak...bagaimana mungkin aku mengemis pada mereka, sementara mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya saja merasa kesulitan?”

Kali ini anaknya menangis. “Aku tidak bisa, pak……Aku lebih baik bekerja dengan keras dan meneteskan keringat ini daripada aku harus meminta uang pada mereka...”, sambil meneteskan airmata.

Bapaknya kembali berkata, kali ini dengan suara lembut dan bijak...
“Anakku..Negeri kita tercinta ini sedang sakit, kalau kamu jadi pegawai negeri hanya dengan alasan bekerja santai dan mendapatkan uang dengan pasti, kamu hanya akan menambah beban negeri ini. Beban rakyat yang hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya saja mereka merasa kesulitan.

Gaji pegawai negeri itu didapat dari rakyat yang miskin ini nak.... Lebih baik kamu jadi pengusaha dengan meneteskan keringat kamu sendiri untuk menafkahi keluarga kamu. Walaupun jadi pengusaha sangat kecil sekalipun tidak apa, itu jauh lebih mulia dari pada kamu mengemis uang pada rakyat yang miskin ini"....

Ubahlah Niatmu sebelum mulai mengikuti proses Rekruitment CPNS nak...
Sang anak tertegun dan mengangguk.
Selengkapnya...

Selasa, 25 Februari 2014

Memilih Golput

Berbagai persoalan semacam perilaku korup dan munafik para punggawa demokrasi, ketidakadilan, kezaliman dan buruknya sistem sekuler demokrasi menambah jumlah masyarakat yang sadar terhadap busuknya sistem demokrasi sekuler.

Maraknya pernyataan-pernyataan anggota masyarakat yang menyatakan akan golput pada pemilu menjadi indikasi lunturnya kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi.

Ada beberapa hal yang membuat masyarakat berbondong-bondong untuk golput pada pemilu yaitu karena faktor teknis, psikologis dan ideologis.

Faktor Teknis biasanya dikarenakan hal teknis terkait pencatatan data pemilih, kesibukan pemilih, dan hal teknis lainnya.

Faktor Psikologis yakni masyarakat sudah semakin sadar akan perilaku busuk dan munafik para penyelenggara negara dan wakil rakyat. Maraknya kasus korupsi yang terungkap, kezaliman penguasa terhadap masyarakat melalui kebijakan-kebijakan yang memberatkan rakyat, ketidakadilan yang menimpa rakyat dalam masalah hukum, ekonomi, politik, dll.

Faktor Ideologis yakni sebagian masyarakat memiliki pemahaman ideologi yang berbeda dengan ideologi sekuler demokrasi yang diterapkan di negeri ini. Sebagian masyarakat ini memahami buruknya ideologi sekuler demokrasi dan memiliki alternatif ideologi lain yang diperjuangkannya untuk menggantikan ideologi cacat sekuler demokrasi.
Selengkapnya...